Perhumas Muda Bandung melakukan foto bersama dengan BPC Bandung ketika menghadiri Konvensi Humas Nasional 2019. Sumber : Dokumen Pribadi

Yogyakarta – Perhumas Muda Bandung menghadiri Konvensi Nasional Humas 2019 yang diadakan di Yogyakarta pada tanggal 16-17 Desember 2019. Konvensi tahun ini mengusung tema Kearifan Lokal Solusi Global. Terdiri dari 6 sesi, konvensi ini menghadirkan 25 ahli dari bidangnya masing-masing.

Pada hari pertama acara dimulai dengan laporan Ketua Panitia Konvensi Nasional Humas 2019, Bapak Aswad Ishak S.I.P, M.Si. dan sambutan dari Ketua Umum BPP Perhumas Indonesia 2017-2020, Bapak Agung Laksamana, M.Sc., MCIPR. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemukulan kentongan dan pemotongan tumpeng sebagai bentuk di buka nya acara Konvensi Nasional Humas 2019 secara simbolis. Lalu dilanjutkan dengan Anugerah Humas 2019. Acara ini sebagai bentuk apresiasi kepada para Praktisi Humas di berbagai bidang. Selanjutnya pidato utama oleh Perwakilan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sultan Hamengkubuwono X yang membahas mengenai Menggali Kearifan Lokal Dalam Era Globalisasi dan dilanjutkan oleh Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik KOMINFO, Prof. Widodo Muktiyo mewakili Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Bapak Johnny G Plate yang membahas mengenai Peran Humas Dalam Mendukung SDM Unggul Indonesia Maju 2019-2024.

Sesi 1 dimulai dengan membahas mengenai Peta Jalan Humas Indonesia 2019-2024 yang disampaikan oleh Bapak Agung Laksamana, Ketua Umum BPP Perhumas. Beliau memulai sesi dengan membahas perbedaan PR dan advertising yaitu PR bertujuan untuk membuat orang lain membicarakan hal baik mengenai produk atau perusahaan kita. Sedangkan advertising, perusahaan kita yang menyebutkan bahwa produk kita bagus. Lalu pembahasan dilanjut dengan bagaimana PR saat ini dan apa yang harus dilakukan oleh PR di masa depan. Beliau juga menekankan bahwa saat ini menggaet engagement publik merupakan hal yang tidak mudah. Banyaknya hoax dan followers yang dapat dibeli dengan mudah berakibat pada banyaknya followers tidak menentukan seseorang sebagai seorang influencer. Kemudian sesi 1 dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Karopenmas Divhumas Polri, Raden Prabowo Argo Yuwono mewakili Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Muhammad Iqbal, Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Prof. Widodo Muktiyo, Ketua Umum ASPIKOM, Dr. Muhammad Sulhan, dan Ketua Forum Humas BUMN, Corporate Secretary Bank Mandiri, Bapak Rohan Nafas.

Setelah istirahat, sesi 2 pun dilanjutkan. Membahas topik Implementasi Kearifan Lokal Mendukung Humas Pemerintah, Konvensi Nasional Humas 2019 mengundang beberapa pemateri diantaranya, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Bapak Onny Widjanarko, Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I, Ibu Devy Suradji, dan VP Corporate Communication Telkom Indonesia, Bapak Arif Wibowo sebagai pemateri. Selesai pemaparan materi dari tiga pembicara sebelumnya, terdapat sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator.

Kemudian sesi ke 3 dilanjutkan dengan membahas PR & Sustainability Business through Local Wisdom Understanding. Materi ini disampaikan oleh Communication Director Danone Indonesia, Bapak Arif Mujahidin lalu dilanjutkan oleh Head of Internal Relations Astra International, Bapak Karnandha Kurniadhi. Kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab bersama moderato dan para pembicara pada sesi 3.

Dan di sesi terakhir pada hari pertama membahas mengenai Perspektif Kearifan Lokal dan Inovasi Media: Peran dan Tanggung Jawab Media Dalam Membangun Kearifan Lokal. Yang materi nya disampaikan oleh Pemimpin Redaksi The Jakarta Post, Bapak Nezar Patria, Sekjen Forum PEMRED, Bapak Arifin Asydhad, Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Bapak Wensesiaus Manggut, serta Ketua Komisi Antar Lembaga dan Luar Negeri – Dewan Pers, Dr. Agus Sudibyo. Lalu acara ditutup dengan sesi tanya jawab dengan para pemateri pada Sesi 4.

Pada hari ke 2 sesi dimulai dengan topik Keunggulan Lokal & Solusi Keunggulan Global oleh Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Panut Mulyono, Penari, Koreografer, dan Dosen, Dr. Eko Supriyanto, S.Sn., MFA, serta Creative Director IKAT Indonesia, Bapak Didiet Maulana. Di sesi ini banyak hal yang dapat di ambil. Menurut Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Panut Mulyono, kemajuan bangsa membutuhkan SDM unggul dengan cara pendidikan yang baik. Karena pendidikan merupaka. senjata paling ampuh untuk melawan dunia.

Kemudian sesi terakhir membahas mengenai bagaimana PR bertransformasi di era digital, AI & big data. Sesi ini dibuka oleh Director Communication & Alumni Relations SBM ITB sekaligus Ketua PERHUMAS Bandung saat ini, Dr. Nurlaela Arief. Beliau membahas mengenai bagaimana big data saat ini untuk kegiatan PR. Beliau juga menuturkan saat sebuah cerita relevan, orang akan mendengarkan. Saat konten relevan, orang akan membagikannya kembali. Dan saat sebuah isu relevan, orang akan bergerak. Setelah itu materi dilanjutkan oleh Chief Corporate Affairs GoJek, Ibu Nila Marita. Beliau membahas mengenai PR yang bertransformasi saat ini dan beberapa kunci yang bisa dipegang agar terus mengikuti zaman. Yaitu speed, bahwa seorang PR hars memiliki kecepatan yang konsisten, agility, bahwa bagaimana seorang PR harus tetap menjalankan program yang sudah ada dan beradaptasi dengan isu-isu terbaru, serta komunikasi yang berintegrasi. Lalu sesi terakhir ini ditutup dengan materi dari CEO DJE Holding Indonesia, Bapak Radityo Prabowo. Beliau berpesan bahwa ‘Context is a king. Content is a queenn. Creative is a princess’. Dan sesi terakhir pun ditutup dengan sesi tanya jawab bersamaa moderator serta upacara penutup Konvensi Nasional Humas 2019. (zah)

Author

admin@perhumasmudabdg.com
Total post: 37

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *