Telah dilaksanakan webinar “Penerapan Model Bisnis Syariah di Era Digital” oleh Perhumas Muda Bandung x Bank Indonesia.Aacara ini diselenggarakan pada Senin, 28 September 2020 pukul 14.00 – 15.30 WIB melalui platform Zoom Meeting dan dihadiri oleh 220 peserta dari berbagai instansi di Indonesia.

Acara ini dibuka oleh Shereina Sarah A selaku moderator dalam acara ini.Setelah membuuka acara dengan penyambutan dan perkenalan langsung pada pembicara 1 yaitu Pak Gentur Wibisono selaku KP Pengembangan Ekonomi Deputi Direktur KPw BI Jawa Barat.Di waktu yang ckup singkat yang disediakan Bapak Gentur menjelaskan tentang dalam bisnis syariah ataupun tidak itu semua pilihan.Dijelasin juga alasan adanya ekonomi syariah bahwa selain menjadi pilihan,pilihan tersebut tidak ada batasan dalam menggunakan ekonomi syariah tetapi ada syarat-syarat apabila memakai ekonomi syariah.Dipaparkan juga bagaimana bisnis itu bisa berjalan,strategi pengembangan ekonomi dan keuangan dengan penjelasan yang sangat detail dengan diibaratkan contoh menyembelih hewan,dan bagaimana kaitannya antar 3 pilar yaitu halal value chain,pembiyaan ekonomi syariah,dan peningkatan literasi ekonomi syariah.

Opportunity pembiyaan atau penempatan didalam ekonomi syariah itu sangat besar.Ketika dalam keadaan Covid-19 seperti ini ada kesempatan di peradaban baru digital ini contohnya dengan adanya webinar,zoom,dan lain sebagainya.

Ligwina memaparkan materi. Sumber: dokumen pribadi.

Setelah itu dilanjut ke Pembicara 2 oleh Ibu Ligwina Hananto (Lead Financial Trainer QM Financial) beliau menjelaskan mengenai bisnis model syariah itu seperti apa,beliau memaparkan ada 3 hal idalam bisnis yang sesuai dengan syariah yaitu ada produk yang harus dengan prinsip syariah,lalu kedua ada akad yaitu perjanjian atau kesepakatan juga dislide nya beliau menjelaskan dengan jelas bagaimana contoh implementasinya di kehidupan sehari-hari,dan yang ketiga ada pembiyaan/permodalan.Ibu Ligwina juga memaparkan mengenai strategi mendapatkan omset dengan 8 strategi beserta contohnya juga beliau paparkan.

Diakhir pembicaraan beliau memberi sebuah kalimat yang sangat bermanfaat untuk kaum milenial khusunya. “ Dont rely on,Oe Revenue Modele “ bagaimana kita harus mengubah cara berpikir dan mengubah model dalam kita berbisnis.

Pembicara 3 dilanjut oleh Ibu Ida Pratita (District Manager Bandung LinkAja)

Dalam penjelasannya mengenai Digitalisasi Pembayaran dalam Syariah.Di dalam pemaparannya beliau sangat detail menjelaskan mengenai aplikasi Link Aja syariah itu seperti apa,apa saja perbedaannya dengan aplikasi uang elektronik lainnya.Ada 3 perbedaan yang dijelaskan oleh Ibu Ida yaitu pertama merchant halal,produknya yang ditawarkan dan fitur sesuai dengan prinsip syariah,penempatan dana dan Link Aja Syariah ini Bank Penampungnnya pada Unit Usaha Syariah Bank Umum.Karena dikeadaan seperti ini digitalisasi payment sangat berguna sekali untuk masyarakat,BI sendiri mendorong transaksi non tunai terutama bersifat Contractless yang lebih cepat,mudah,murah,aman,handal.

Tujuan dari Link Aja Syariah ini untuk mendorong inklusi keuangan dan ekonomi untuk mewujudkan kualitas hidup masyarakat Indonesia yang maju dan sejahtera melalui ekonomi yang mandiri.

Link Aja berkomitmen untuk mendukung pemerintah dan membantu inklusi Indonesia.

Kesimpulan dari Ibu Ida di akhir pembicaraannya mengenai digitalisasi ini adalah kita sebagai masyarakat milenial khususnya harus melek akan tekhnologi,memperbanyak literasi mengenai keuangan digital terutama UMKM agar bisa bersaing karena semakin berkembangnya jaman juga semuanya serba digital jadi jangan sampai ketinggalan.

Di sesi sebelum penutup ada sesi tanya jawab,dan ada tiga penanya. Penanya pertama membahas tentang bagaimana imbas hasil bisnis Syariah lebih kecil dari bisnis konvensional, dan apa yang menyebabkan market share bisnis Syariah kalah dibandingkan konvensional. Kemudian pertanyaan kedua bertanya tentang seberapa penting penerapan Bisnis Model Canva (BMC) untuk memulai bisnis dan juga BMC seperti apa yang sesuai diterapkan saat pandemi Covid-19 ini. Lalu yang terakhir adalah perbedaan antara link aja konvensional maupun Syariah, apakah terdapat fitur-fitur menarik seperti promo dan diskon yang mampu menarik minat masyarakat luas.

Berdasarkan jawaban dari narasumber bahwasanya bisnis Syariah ditengah pandemi dapat menjadi sebuah peluang yang tentunya memiliki efek samping kedepannya dikarenakan saat pandemi ini yang perlu ditambah stimulusnya adalah konsumsi rumah tangga agar resesi tidak semakin parah. Lalu untuk penerapan bisnis model canva sebenarnya saat ini cukup efektif untuk memperkirakan strategi ekonomi beberapa waktu kedepan sehingga persediaan untuk beberapa waktu kedepan dapat diprediksi dikarenakan tidak ada kepastian kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir.

Sebagai penutup, salah satu narasumber Gentur Wibisino mengapresiasi acara yang diselenggarakan oleh perhumas muda bandung. Hal tersebut dikarenakan saat ini masyarakat khususnya millennials sangat membutuhkan edukasi tentang prospek ekonomi karena mereka ingin agar mereka bisa hidup senang dan terjamin kesejahteraan hidupnya. Kedepannya Gentur berharap agar perhumas muda bandung tetap menyelenggarakan acara dengan tema yang menarik bahkan spektakuler yang bisa mengedukasi walaupun dengan virtual karena dengan cara ini pemerintah melalui institusinya juga bisa memberikan edukasi dan juga mengajak masyarakat untuk ikut berkontribusi kepada pembangunan Indonesia.

Author

admin@perhumasmudabdg.com
Total post: 37

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CREATE WITHOUT HESITATE

23 September 2020