Seorang public relations merupakan wajah dari sebuah instansi maupun perusahaan yang diwakilinya. Sebagai sebuah wajah dari sebuah instansi atau perusahaan, tentunya kredibilitas yang dimiliki oleh seorang public relations mempengaruhi instansi maupun perusahaan yang diwakilinya. Public relations dapat diibaratkan sebagai cermin yang dipegang, kalimat ini mengindikasikan bahwa kredibilitas seorang public relations berbanding lurus dengan kredibilitas instansi atau perusahaan yang diwakilinya. Oleh karena itu, praktisi public relations harus mendapatkan pengakuan kredibilitas oleh publik. 

Kredibilitas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti dapat dipercaya. Publik dapat mengakui kredibilitas seorang praktisi public relations dengan melihatnya melakukan dan mengatakan kebenaran. Mengatakan kebenaran merupakan salah satu dari sekian banyak etika public relations, dimana etika-etika tersebut mengatur hal apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang praktisi public relations dalam melakukan pekerjaannya.

Tentunya, banyak pertanyaan yang muncul di benak ketika membaca mengenai “mengatakan kebenaran”. Mengapa mengatakan kebenaran adalah suatu hal yang sangat penting? Mengapa kebenaran termasuk ke dalam etika seorang praktisi public relations? Apakah itu berarti seorang praktisi public relations tidak boleh berbohong sama sekali?

Mengatakan kebenaran adalah salah satu komponen penting dalam menumbuhkan rasa percaya publik terhadap kredibilitas yang dimiliki oleh seorang praktisi public relations. Mengatakan kebenaran adalah salah satu bagian dari integritas, yang merupakan komponen utama dalam menumbuhkan kredibilitas seorang praktisi public relations. Public relations, sebagai wajah dari sebuah institusi maupun perusahaan, bertanggung jawab dalam mempublikasikan segala laporan dan berita-berita yang ada dari dalam perusahaan ataupun institusi kepada publik. Public relations juga bertanggung jawab untuk mempublikasikan serta mengatasi krisis yang sedang dialami oleh perusahaan ataupun instansi tersebut. Sering kali, krisis yang dipublikasikan oleh seorang public relations bersangkut paut dengan publik, seperti ketika seorang praktisi public relations sebuah brand skin care menggelar press conference untuk mengatasi krisis ketidakpercayaan publik terhadap komponen yang digunakan di dalam produk brand tersebut. Seorang praktisi public relations harus bisa meyakinkan publik bahwa produk yang mereka gunakan sudah aman dari bahan-bahan berbahaya. Tanpa adanya rasa percaya publik terhadap kredibilitas yang dimiliki oleh praktisi public relations tersebut, tentunya publik tidak akan mudah percaya dengan statement yang dikeluarkan. Untuk mencapai hal ini, seorang praktisi public relations harus selalu mengatakan kebenaran dan tidak boleh sekalipun berbohong di hadapan publik.

Meskipun demikian, mengatakan kebenaran tidak berarti setiap detail dari sebuah informasi harus dibeberkan sepenuhnya kepada publik. Seorang praktisi public relations harus bisa memilah apa saja yang harus dikatakan dan apa yang sebaiknya tidak dikatakan dihadapan publik. Melindungi citra perusahaan adalah salah satu tugas utama seorang praktisi public relations. Sering kali, seorang public relations tidak merilis seluruh informasi yang ia ketahui untuk melindungi kredibilitas perusahaan maupun instansi yang sedang ia wakilkan. Hal ini tidak berarti berbohong, public relations yang bersangkutan tentunya sudah merilis informasi yang kredibel dan dapat dipercaya, meskipun tidak semua informasi dibeberkan kepada publik.

Membangun kredibilitas memerlukan waktu dan tidak semudah yang dibayangkan. Kita, sebagai seorang calon praktisi public relations di masa depan, tentunya masih harus mempelajari banyak hal agar dapat meraih titik di mana kredibilitas kita diakui oleh publik. Meskipun terdengar melelahkan, hal ini tentunya harus dilakukan agar kita dapat menjadi seorang praktisi public relations yang baik. Membangun kredibilitas dapat dimulai dengan hal kecil di dalam kehidupan sehari-hari, seperti tidak berkata bohong kepada teman dan tidak begitu saja menyebarkan berita hoax di sosial media pribadi. Jadi, tunggu apalagi? Mulailah membangun kredibilitas dari saat ini demi menjadi seorang praktisi public relations yang baik di masa depan!

Penulis: Ardita Syalwa
( bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Hubungan Masyarakat Universitas Padjadjaran )

Referensi

Seitel, F. P. (2014). Practice of Public Relations, 12th Edition. New York: Pearson Education.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (n.d.). Kredibilitas. Retrieved from Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): https://kbbi.web.id/kredibilitas

Daskal, L. (2017, Juni 13). 10 Powerful Ways You Can Earn Credibilty in Your Industry. Retrieved from Inch: https://www.inc.com/lolly-daskal/10-powerful-ways-you-can-earn-credibility-in-your-industry.html

BHP Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (2010, Mei 8). Public Relations Harus Katakan yang Benar. Retrieved from Universitas Muhammadiyah Yogyakarta: https://www.umy.ac.id/public-relations-harus-katakan-yang-benar.html

Author

admin@perhumasmudabdg.com
Total post: 39

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *