Perhumas Muda Bandung melakukan foto bersama dengan BPC Bandung ketika menghadiri Konvensi Humas Nasional 2019. Sumber : Dokumen Pribadi

Yogyakarta – Perhumas Muda Bandung menghadiri Konvensi Nasional Humas 2019 yang diadakan di Yogyakarta pada tanggal 16-17 Desember 2019. Konvensi tahun ini mengusung tema Kearifan Lokal Solusi Global. Terdiri dari 6 sesi, konvensi ini menghadirkan 25 ahli dari bidangnya masing-masing.

Pada hari pertama acara dimulai dengan laporan Ketua Panitia Konvensi Nasional Humas 2019, Bapak Aswad Ishak S.I.P, M.Si. dan sambutan dari Ketua Umum BPP Perhumas Indonesia 2017-2020, Bapak Agung Laksamana, M.Sc., MCIPR. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemukulan kentongan dan pemotongan tumpeng sebagai bentuk di buka nya acara Konvensi Nasional Humas 2019 secara simbolis. Lalu dilanjutkan dengan Anugerah Humas 2019. Acara ini sebagai bentuk apresiasi kepada para Praktisi Humas di berbagai bidang. Selanjutnya pidato utama oleh Perwakilan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sultan Hamengkubuwono X yang membahas mengenai Menggali Kearifan Lokal Dalam Era Globalisasi dan dilanjutkan oleh Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik KOMINFO, Prof. Widodo Muktiyo mewakili Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Bapak Johnny G Plate yang membahas mengenai Peran Humas Dalam Mendukung SDM Unggul Indonesia Maju 2019-2024.

Sesi 1 dimulai dengan membahas mengenai Peta Jalan Humas Indonesia 2019-2024 yang disampaikan oleh Bapak Agung Laksamana, Ketua Umum BPP Perhumas. Beliau memulai sesi dengan membahas perbedaan PR dan advertising yaitu PR bertujuan untuk membuat orang lain membicarakan hal baik mengenai produk atau perusahaan kita. Sedangkan advertising, perusahaan kita yang menyebutkan bahwa produk kita bagus. Lalu pembahasan dilanjut dengan bagaimana PR saat ini dan apa yang harus dilakukan oleh PR di masa depan. Beliau juga menekankan bahwa saat ini menggaet engagement publik merupakan hal yang tidak mudah. Banyaknya hoax dan followers yang dapat dibeli dengan mudah berakibat pada banyaknya followers tidak menentukan seseorang sebagai seorang influencer. Kemudian sesi 1 dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Karopenmas Divhumas Polri, Raden Prabowo Argo Yuwono mewakili Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Muhammad Iqbal, Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Prof. Widodo Muktiyo, Ketua Umum ASPIKOM, Dr. Muhammad Sulhan, dan Ketua Forum Humas BUMN, Corporate Secretary Bank Mandiri, Bapak Rohan Nafas.

Setelah istirahat, sesi 2 pun dilanjutkan. Membahas topik Implementasi Kearifan Lokal Mendukung Humas Pemerintah, Konvensi Nasional Humas 2019 mengundang beberapa pemateri diantaranya, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Bapak Onny Widjanarko, Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I, Ibu Devy Suradji, dan VP Corporate Communication Telkom Indonesia, Bapak Arif Wibowo sebagai pemateri. Selesai pemaparan materi dari tiga pembicara sebelumnya, terdapat sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator.

Kemudian sesi ke 3 dilanjutkan dengan membahas PR & Sustainability Business through Local Wisdom Understanding. Materi ini disampaikan oleh Communication Director Danone Indonesia, Bapak Arif Mujahidin lalu dilanjutkan oleh Head of Internal Relations Astra International, Bapak Karnandha Kurniadhi. Kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab bersama moderato dan para pembicara pada sesi 3.

Dan di sesi terakhir pada hari pertama membahas mengenai Perspektif Kearifan Lokal dan Inovasi Media: Peran dan Tanggung Jawab Media Dalam Membangun Kearifan Lokal. Yang materi nya disampaikan oleh Pemimpin Redaksi The Jakarta Post, Bapak Nezar Patria, Sekjen Forum PEMRED, Bapak Arifin Asydhad, Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Bapak Wensesiaus Manggut, serta Ketua Komisi Antar Lembaga dan Luar Negeri – Dewan Pers, Dr. Agus Sudibyo. Lalu acara ditutup dengan sesi tanya jawab dengan para pemateri pada Sesi 4.

Pada hari ke 2 sesi dimulai dengan topik Keunggulan Lokal & Solusi Keunggulan Global oleh Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Panut Mulyono, Penari, Koreografer, dan Dosen, Dr. Eko Supriyanto, S.Sn., MFA, serta Creative Director IKAT Indonesia, Bapak Didiet Maulana. Di sesi ini banyak hal yang dapat di ambil. Menurut Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Panut Mulyono, kemajuan bangsa membutuhkan SDM unggul dengan cara pendidikan yang baik. Karena pendidikan merupaka. senjata paling ampuh untuk melawan dunia.

Kemudian sesi terakhir membahas mengenai bagaimana PR bertransformasi di era digital, AI & big data. Sesi ini dibuka oleh Director Communication & Alumni Relations SBM ITB sekaligus Ketua PERHUMAS Bandung saat ini, Dr. Nurlaela Arief. Beliau membahas mengenai bagaimana big data saat ini untuk kegiatan PR. Beliau juga menuturkan saat sebuah cerita relevan, orang akan mendengarkan. Saat konten relevan, orang akan membagikannya kembali. Dan saat sebuah isu relevan, orang akan bergerak. Setelah itu materi dilanjutkan oleh Chief Corporate Affairs GoJek, Ibu Nila Marita. Beliau membahas mengenai PR yang bertransformasi saat ini dan beberapa kunci yang bisa dipegang agar terus mengikuti zaman. Yaitu speed, bahwa seorang PR hars memiliki kecepatan yang konsisten, agility, bahwa bagaimana seorang PR harus tetap menjalankan program yang sudah ada dan beradaptasi dengan isu-isu terbaru, serta komunikasi yang berintegrasi. Lalu sesi terakhir ini ditutup dengan materi dari CEO DJE Holding Indonesia, Bapak Radityo Prabowo. Beliau berpesan bahwa ‘Context is a king. Content is a queenn. Creative is a princess’. Dan sesi terakhir pun ditutup dengan sesi tanya jawab bersamaa moderator serta upacara penutup Konvensi Nasional Humas 2019. (zah)

Foto bersama setelah melakukan rapat terakhir di tahun 2019 bersama Mbak Yuni pembina Perhumas Muda Bandung. Sumber : Dokumentasi Pribadi.

Bandung – Perhumas Muda Bandung mengadakan rapat terakhir di tahun 2019 pada Jumat (06/12/19) di Eatboss Dago. Rapat ini membahas tentang Konvensi Nasional Humas, pemaparan evaluasi kerja, program kerja yang sudah dilakukan dan yang akan dilakukan mendatang serta wacana open recruitment yang dicanangkan akan dilakukan setiap enam bulan sekali. Selain itu, rapat ini dihadiri oleh Mbak Yuni Miyansari selaku Pembina Perhumas Muda Bandung sekaligus Corporate communication PT. Biofarma yang membagikan cerita pengalamannya di Bidang Kehumasan.

Rapat dimulai dengan membahas agenda terdekat yaitu Konvensi Nasional Humas yang akan diselenggarakan di Kota Yogyakarta pada tanggal 16 – 17 Desember 2019. Di rapat ini membahas lebih detail mengenai rencana perjalanan serta kegiatan selama di Yogyakarta. Kemudian pembahasan dilanjutkan dengan pemaparan evaluasi kerja. Pada sesi ini masing-masing departemen dapat saling mengevaluasi departemen lainnya. Sesi ini diperlukan agar masing-masing departemen dapat memberikan saran untuk program kerja  departemen lain agar dapat terlaksana dengan lebih baik lagi.

Lalu rapat dilanjutkan dengan pemaparan program kerja yang sudah dilakukan dan yang akan dilakukan mendatang kepada Mbak Yuni selaku Pembina Perhumas Muda Bandung. Selain itu mendiskusikan dan merencanakan program yang akan mendatang secara lebih lanjut bersama anggota dan staff yang hadir dan yang terakhir membahas mengenai wacana open recruitment yang dicanangkan akan dilakukan setiap enam bulan sekali. Wacana ini dibuat untuk memberi kesempatan pada humas muda yang lain untuk mendapatkan ilmu dalam bidang kehumasan di Perhumas Muda Bandung. (zah)

Perhumas Muda Bandung melakukan foto bersama dengan Bapak Eki Baihaki selaku perwakilan BPC Bandung. Sumber : Dokumen Pribadi.

Lembang – Perhumas Muda Bandung telah mengadakan Kegiatan Makrab untuk pengurus, staff, dan anggota periode 2019 – 2021 pada 23-24 November lalu di Villa Istana Bunga Lembang. Malam keakraban ini diikuti oleh 27 orang yang bertujuan untuk mempererat kekeluargaan, mengenal lebih dalam lagi satu sama lain, dan menjalin silaturahmi. Tentu saja hal ini menjadi momentum untuk saling bercengkrama antar anggota Perhumas Muda Bandung.

Acara makrab ini diawali dengan pembukaan oleh MC dan sambutan oleh M Faqih selaku Ketua Perhumas Muda Bandung 2019 – 2021 yang sekaligus membuka acara makrab ini. Kegiatan pun dilanjutkan dengan agenda sharing session oleh Perwakilan BPC Bandung dan Kang Rianto selaku Ketua Perhumas Muda Bandung Periode 2017 – 2019.

Di sharing session ini, perwakilan BPC yaitu Bapak Eki Baihaki berpesan mengenai keprofesian public relations dalam dunia kerja. “Tugas seorang PR ialah membuat pihak yang kecewa menjadi merasa lebih baik. Hal itu harus ditunjang dengan memiliki good smile yang tulus dari hati agar sampai ke hati yang menerimanya pula.” Tuturnya.  

Tidak jauh berbeda dengan pesan yang disampaikan Pak Eki mengenai keprofesian public relations, Kang Rianto berpesan bahwa sebagai pengurus, staff, maupun anggota Perhumas Muda Bandung harus berkomitmen serta manfaatkan komitmennya dengan mendalami peran dan fungsi peran public relations, karena pada praktiknya saat dunia kerja nanti banyak yang belum sesuai dengan peran dan fungsi public relations. Sharing session pun di akhiri dengan melakukan foto bersama.

Keesokan paginya kegiatan dilanjutkan dengan agenda senam pagi dan games untuk lebih menunjang kekompakan sesame pengurus dan anggota. Antusiasme peserta membuat agenda ini berlangsung seru. Namun akhirnya kegiatan pun harus ditutup dengan pembagian kemeja Perhumas dan foto bersama. (zah)

 

Para Narasumber sedang memberikan pemaparan pada Leader’s Forum 2019. Sumber : Dokumen Pribadi.

Bandung –  Ketua BPC Perhumas Bandung, N. Nurlaela Arief membuka acara “Leader’s Forum #2” yang digelar pada Rabu (20/10/2019) di Auditorium Balai Kota Bandung. “Leader’s Forum #2” merupakan forum diskusi interaktif mengangkat tema Enhancing City Branding Through Sustainability Program yang mengupas tren kontemporer terkait konsep city branding serta pembangunan berkelanjutan yang menjadi tren global di masa depan.

Acara yang diselenggarakan oleh BPC Perhumas Bandung dan Perhumas Muda Bandung pada tahun ini, Leader’s forum mengundang empat pembicara dari berbagai profesi seperti Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Kelly Solihin sebagai perwakilan dari pemerintahan Kota Bandung yang membahas mengenai program Kang Pisman. Tauhid  Nur Azhar dari Smart City Forum membahas mengenai Smart People for Smart Environment,. Kemudian Founder Teras Hijau Project yaitu Melia Famiola, Ph.D yang membahas mengenai A Journey Towards Sustainable City of Bandung. Selanjutnya, Listriana Suherman yang merupakan Founder Bandung Permaculture dan membahas mengenai Permaculture, Circular Economy, Green Business, Sustainability. Selain forum diskusi, acara ini juga turut dimeriahkan oleh penampilan tari tradisional Jawa Barat dari salah satu angggota Perhumas Muda Bandung yaitu Salsa Pramundita.

Setiap tahunnya Leader’s forum dihadiri oleh dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, praktisi-praktisi humas dari berbagai bidang, dan media-media lokal yang turut meliput kegiatan acara ini. Diselenggarakannya acara ini bertujuan agar para prakitisi-praktisi humas dan orang-orang yang memiliki ketertarikan pada dunia kehumasan mengetahui cara membangun citra dan branding mengenai inovasi untuk menjadikan Bandung sebagai Smart City. (alh)

 

Perhumas Muda Bandung melakukan foto bersama dengan Yuni Miyansari dan Nadia Puspa selaku Corporate Communication Biofarma di Museum PT. Biofarma. Sumber : Dokumen Pribadi.
Bandung – Guna meningkatkan pemahaman mengenai tugas dan fungsi humas BUMN, Perhumas Muda Bandung mengadakan kunjungan atau yang biasa disebut dengan company visit ke Biofarma pada (28/10). Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar dua puluh orang anggota Perhumas Muda Bandung yang terdiri dari berbagai Universitas se-Bandung Raya dan Garut. Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Yuni Miyansari beserta Nadia Puspa selaku bagian dari Corporate Communication Biofarma.
 
Sebelum masuk ke pembahasan mengenai bagaimana tugas dan fungsi humas di Biofarma, Yuni Miyansari menampilkan video company profile dari Biofarma. Yuni menuturkan bahwa hal tersebut merupakan SOP dari Biofarma. “Sebelum masuk ke pemaparan materi, kami ada SOP yaitu untuk menampilkan video mengenai keamanan saat berada di Biofarma dan video company profile.” Tuturnya.
 
Materi yang disampaikan oleh Yuni Miyansari mengenai peran humas di Biofarma. Beliau menyampaikan bahwa sebagaimana tugas Public Relations yang lainnya yaitu untuk menciptakan reputasi yang baik. “Seperti kita ketahui bahwa tugas PR adalah membangun reputasi yang baik, hal itulah yang kami lakukan juga di sini.” Kata Yuni.
 
Selain itu, Yuni juga menyampaikan bahwa Biofarma membentuk Bio Digi Troops, yang isinya terdiri dari karyawan Biofarma yang usia millenials. “Bio Digi Troops ini terdiri dari karyawan-karyawan Biofarma yang Millenials, dimana kita mengenalkan Biofarma melalui media sosial kita masing-masing. Ibarat influencernya Biofarma lah.” Paparnya. Setelah pemaparan materi, Perhumas Muda Bandung diajak untuk berkeliling ke Museum Biofarma. Setelah itu, acara ditutup dengan foto bersama. (res)

Foto bersama Pengurus dan Staff Perhumas Muda Bandung periode 2019 – 2021, Sabtu (21/9/19). Sumber : Dokumen Pribadi

Bandung – Sabtu, 21 September 2019 dilaksanakan Rapat Kerja pertama untuk seluruh Pengurus dan Staff Perhumas Muda Bandung Periode 2019 – 2021 yang bertempat di The Lalune Coffee Hegarmanah, Bandung. Perhumas Muda Bandung memiliki 4 struktur departemen yaitu Departemen Penelitian dan Pengembangan, Kominfo, Eksternal, dan Internal. Rapat Kerja ini dimulai pada Pukul 10.55 WIB yang dihadiri lebih dari 20 orang.

Kegiatan ini dibuka oleh MC dari Departemen Internal yaitu Ninda dan pembukaan dari Ketua Perhumas Muda Bandung yaitu M. Faqih. Selanjutnya merupakan pemaparan progam kerja perdepartemen yang dipaparkan oleh ketua dan wakil ketua dari departemennya masing-masing. Departemen Penelitian dan Pengembangan memiliki program kerja untuk mengevaluasi kinerja staff dan pengurus dari divisi lain di Perhumas Muda Bandung. Departemen Kominfo memiliki program kerja untuk mengatur media sosial Perhumas Muda Bandung dan membuat konten konten menarik lainnya. Departemen Eksternal memiliki program kerja One day with Media, Study Banding dan lainnya. Sedangkan Departemen Internal memiliki program kerja membuat acara-acara internal lainnya.

Pemaparan Program kerja juga disertai sesi tanya jawab, masukan, kritik atau saran dari pengurus atau staff lainnya. Kegiatan ini ditutup dengan diskusi perdepartemen, makan siang bersama, dan diakhiri dengan foto bersama. Diharapkan dengan diadakannya Rapat Kerja ini dapat memotivasi, menjalin silahturahmi antar pengurus dan staff Perhumas Muda Bandung 2019 – 2021. (aqs)

Muhammad Faqih selaku Ketua Perhumas Muda Bandung memberikan donasi secara simbolis kepada Pak Jamal Pengurus Panti Yatim Indonesia. Sumber : Dokumen Pribadi.

Bandung – Perhumas Muda Bandung menggelar acara Bakti Sosial di Panti Yatim Indonesia yang bertempat di Jalan A. H. Nasution No. 1 Cicaheum, Bandung, Sabtu, 25 Mei 2019. Bakti sosial ini menjadi momen yang baik dalam berbagi kebaikan di Bulan Suci Ramadhan. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan rasa peduli antar sesama, menjalin silaturahmi antar sesama manusia, dan melaksanakan kewajiban kepada saudara-saudara yang membutuhkan.

Kegiatan Bakti Sosial dibuka dengan sambutan Muhammad Faqih selaku Ketua Perhumas Muda Bandung yang dilanjutkan dengan sambutan dari Pak Jamal selaku Pengurus Panti Yatim Indonesia. Acara dilanjutkan dengan doa bersama para donatur yang telah menyumbangkan rezekinya kepada Panti Yatim Indonesia. Bakti Sosial ini diakhiri dengan pemberian secara simbolis sumbangan antara Muhammad Faqih kepada Pak Jamal.

Beberapa donasi yang akan diberikan kepada Panti Yatim Indonesia. Sumber : Dokumen Pribadi.

Sasaran dari kegiatan Bakti Sosial Perhumas Muda Bandung ialah untuk memotivasi kita agar memiliki jiwa berbagi terhadap saudara-saudara yang kurang mampu dan juga donasi yang diberikan dapat bermanfaat bagi sesama yang membutuhkan. Barang yang didonasikan berupa uang tunai, pakaian layak pakai, tas dan alat tulis.

Tak lupa, Perhumas Muda Bandung mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya kepada Panti Yatim Indonesia untuk membantu sesama dan semoga rezeki yang diberikan oleh para donatur dapat diganti berkali-kali lipat oleh Allah S.W.T. (yog)

Foto bersama Perhumas Muda Bandung periode 2019-2021 dalam acara buka bersama di Warunk Upnormal Dipatiukur, Bandung. Sumber : Dokumen Pribadi.

Bandung – Kamis, 16 Mei 2019 dilaksanakan Buka Bersama antara pengurus dan anggota Perhumas Muda Bandung 2019-2021. Buka bersama ini diadakan di Warunk Upnormal Dipatiukur, Bandung. Acara yang dibuka oleh Ninda yang merupakan Wakil Ketua Departemen Internal menjadi pertemuan pertama antara pengurus dan anggota setelah open recruitment.

Kegiatan acara yang dilakukan adalah Penjelasan mengenai Perhumas Muda Bandung, Perhimpunan Hubungan Masyarakat, Nama Kabinet, Tagline Kabinet, Visi dan Misi, Departemen di Perhumas Muda Bandung beserta program kerjanya. Kegiatan buka bersama dibuat untuk menjalin tali silahturahmi, mengenal satu sama lain, dan menguatkan chemistry satu sama lain.

Acara ini dihadiri oleh 50 orang dari berbagai kampus di Bandung dan Garut, diantaranya Universitas Padjajaran, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Universitas Garut, Universitas Langlang Buana dan Universitas Islam Bandung. Diakhir kegiatan dilakukan sesi tanya jawab kepada anggota yang masih penasaran mengenai Perhumas Muda Bandung, pengumuman open recruitment staff, dan foto bersama. (yog)

N. Nurlaela Arief dan I Made Ariya Sanjaya selaku narasumber sedang menjelaskan mengenai beberapa materi dalam seminar BookTalk “PR in the era of Artificial Intellegence”. Sumber : Dokumen Prbadi.

Bandung – Sabtu, 20 April 2019 bertempat di Innovation Factory dilaksanakan BookTalk dengan tema PR in the era of Artificial Intellegence yang dihadiri oleh Dosen Ilmu Komunikasi dari beberapa kampus dan mahasiswa dari berbagai kalangan. Acara dibuka oleh N. Nurlaela Arief (Ketua Perhumas BPC Bandung, Jawa Barat) yang membahas serta membedah mengenai buku yang telah beliau terbitkan.

I Made Ariya Sanjaya (CEO dan Founder Kazee) turut berperan selaku narasumber dalam menjelaskan beberapa materi yang beliau berikan, seperti strategy influencer, social listening, serta media analystic. Antusias para peserta nampak jelas dalam keaktifan sesi tanya jawab sehingga tercipta komunikasi dua arah.

Pengurus Perhumas Muda Bandung periode 2019-2021 berfoto bersama Perhumas Bandung. Sumber : Dokumen Pribadi.

Pelantikan Perhumas Muda Bandung 2019-2021 dilaksanakan setelah kegiatan BookTalk PR in the era of Artificial Intellegence. Periode 2019-2021 kepengrusuan Perhumas Muda Bandung dipimpin oleh Muhammad Faqih sebagai Ketua Umum, Wakil Ketua Umum Shereina Sarah Ayumi.

Tidak hanya Ketua Umum dan Wakil Ketua yang dilantik, namun Pelantikan tersebut juga melantik Sekretaris, Bendahara, dan Ketua serta Wakil Departemen yang terdiri dari Internal, Eksternal, Kominfo, dan Litbang. Kepengurusan ini dilantik oleh Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhumas Muda Bandung N. Nurlaela Arief yang menghimpun beberapa Perguruan Tinggi di Bandung Raya dan Garut.

Dalam sambutannya, N. Nurlaela Arief berpesan agar Perhumas Muda Bandung mampu menciptakan generasi yang sesuai dengan permintaan lapangan kerja yang tanggap, komunikatif, dan berdaya saing tinggi. (yog)

Nama Pengurus Perhumas Muda Bandung 2019-2021

Ketua : Muhammad Faqih
Wakil Ketua : Sherein Sarah Ayumi

Sekretaris

Sekretaris 1 : Chasanah Putri
Sekretaris 2 : Wildan Muhammad Haqqi

Bendahara

Bendahara 1 : Via Amalia
Bendahara 2 : Regita Pratami Putri

Departemen Internal

Ketua : Bulam  Lim
Wakil Ketua : Ninda Muflihuna Darmawanti

Departemen Eksternal

Ketua : Resa Rosanti
Wakil Ketua : Alengga Desra Rayan Enmesta

Departemen Kominfo

Ketua : Yogi Yudistio
Wakil Ketua : Amalia Hazna

Departemen Litbang

Ketua : Muhammad Mahardyka
Wakil Ketua : Kinanti Amanda Dhiya

PERHUMASMUDABDG.COM, SUMEDANG – Program Studi Hubungan Masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran mengadakan  kompetisi komunikasi yang bertajuk The 7th Padjadjaran Public Relations Fair 2018 di kampus Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad, Jatinangor, 13-15 November 2018. Mengambil tema “Breaking The Barriers : Improving The Welfare of The Disabled”, PPRF 2018 memberikan kesempatan bagi para mahasiswa Indonesia untuk berintegrasi dengan pemerintah dan lembaga terkait untuk membantu menyelesaikan permasalahan nasional melalui pendekatan public relations. Kegiatan PPRF 2018 terdiri dari 2 mata lomba, yaitu: Public Relations Student Forum (PRSF) dan OlymPRday. Read more