Foto bersama setelah melakukan pemberian donasi untuk Panti Asuhan. Sumber : Dokumen Pribadi.

Cimahi – Perhumas Muda Bandung melakukan galang dana atau donasi untuk Panti Asuhan Asrama Daarul Muthmainnah, Jl. Cihanjuang No. 24, Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Galang donasi ini dibuka selama satu minggu dari 14 Mei – 22 Mei 2020. Kegiatan Perhumas Muda Bandung berbagi sebagai bentuk kepedulian terhadap adik-adik di Panti Asuhan Daarul Muthmainnah.

Bentuk kepeduliaan yang diberikan berupa uang donasi yang terkumpul sebanyak Rp. 3.675.520. Donasi yang terkumpul sebagian dibelikan barang pokok makanan, seperti beras 1 karung, telur 5 kg, minyak 5 liter, gula 2 kg, dan mie 2 kardus. Pemberian donasi dilakukan pada tanggal 23 Mei 2020 yang diberikan langsung kepada Ketua Panti Asuhan Daarul Muthmainnah.

Jumlah anak di Panti tersebut sebanyak 49 orang yang mayoritas masih bersekolah dalam jenjang SD dan SMP. Selain itu, Daarul Muthmainnah membuka program “Kakak Asuh” yang dapat terpenuhi dengan minimal Rp. 50.000. Tentu saja program ini dapat membantu adik-adik dalam memenuhi kebutuhannya, selain diberikan fasilitas oleh pihak Panti Asuhan.

Tak lupa, Perhumas Muda Bandung mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan rezekinya untuk Panti Asuhan Daarul Muthmainnah. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk pihak Panti dan untuk para donatur atas rezeki yang disumbangkan dapat diganti berkali-kali lipat oleh Allah S.W.T. (yog).

 

 

Sesi foto bersama melalui google meet setelah pematerian berakhir. Sumber : Dokumen Pribadi.

Bandung – Wacana pemerintah Indonesia dalam membuat kebijakan The New Normal di tengah pandemi virus corona membuat masyarakat bingung. Ditengah kasus positif yang semakin bertambah membuat kebijakan ini menjadi kontroversial. Akibat kebijakan tersebut, Perhumas Muda Bandung membuat webinar PR Club #5 2020 yang membahas bagaimana strategi mahasiswa PR dalam menghadapi The New Normal, Kamis (21/05). Kegiatan webinar ini terbuka secara umum tanpa pungutan biaya.

PR Club #5 2020 mengundang dua narasumber yang berasal dari pembicara akademisi, yaitu Prof. Dr. Hj. Neni Yulianita, M. S (Dosen besar Fikom Unisba) dan pembicara praktisi, yaitu Ratri Dwifajar Purwani (Account Executive – Talk Link PR). Selama kegiatan berjalan dipandu oleh Yuni Miyansari (Corcomm PT. Biofarma) sekaligus Pembina Perhumas Muda Bandung. PR Club #5 2020 diikuti oleh peserta sebanyak 80 mahasiswa dari berbagai kampus yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini dibuka oleh Yuni Miyansari selaku moderator. Kemudian dilanjutkan oleh Prof Neni yang menjelaskan new normal melalui kacamata akademisi, dan diakhiri oleh Ratri Dwifajar yang menjelaskan dari sisi praktisi. Bagi Prof Neni “Konsep PR ibarat membangun jembatan bukan hanya sebagai penabuh gong , tapi membangun hubungan antara lembaga yang didasarkan pada komunikasi timbal balik. Begitu juga di erera pandemi covid 19” ujar Dosen Fikom Unisba. Menurut beliau dari konsep PR tersebut dibutuhkan sebuah strategi Public Relations.

Selain itu, menurut Ratri mengenai PR industri dalam menghadapi new normal salah satunya  dengan tetap eksis dan keep in touch kepada jurnalis dan stakeholder. Dengan cara tersebut lembaga atau perusahaan akan terus terhubung dengan pihak internal maupun eksternal. Kemudian, kegiatan ini diakhiri dengan tanya jawab dan foto bersama. (yog)

Sesi foto bersama yang dilakukan melalui google meet. Sumber : Dokumen Pribadi.

Bandung – Hubungan antara alumni dan anggota merupakan suatu hal yang penting dalam membentuk suatu koneksi dengan anggota yang sedang menjabat. Tujuan inilah yang mencentuskan ide untuk membuat kegiatan “Sharing With Alumni : Nostalgia Perhumas Muda Bandung” yang terlaksana pada Selasa (12/05). Acara ini diisi oleh angkatan 2016/2017 dan 2017/2019 sebagai pemateri dengan peserta yaitu pengurus dan anggota Perhumas Muda Bandung periode 2019/2020.

Para alumni memaparkan berbagai pengalaman, cerita, dan pekerjaan yang telah dilalui dari masih menjadi anggota Perhumas Muda Bandung hingga kini sudah memiliki pencaharian sendiri. Dalam Sharing With Alumni, ada kang Dirga Ketua Perhumas Muda Bandung 2016/2017 dan kang Rianto Ketua Perhumas Muda Bandung 2017/2019 yang menjadi pembicara utama dalam kegiatan ini. Selain itu, anggota di angkatan mereka turut membagi pengalamannya kepada anggota Perhumas Muda Bandung periode sekarang.

Banyak pengalaman yang dibagikan untuk para anggota Perhumas Muda Bandung. Salah satunya oleh kang Dirga yang menceritakan pengalamannya ketika mengikuti Konvensi Nasional Humas (KNH). “Saat itu terlibat membantu KNH. Ada penjelasan mengenai sosok PR yang dicari industri, yaitu strong, leadership, decision maker, dan solutif. Kemudian fungsi keilmuan secara humas untuk beradaptasi. Pokoknya berkesan dulu setelah KNH bersilahturahmi dengan Perhumas Muda Yogyakarta” Ujar kang Dirga.

Selain itu, mereka menyampaikan bahwa organisasi Perhumas Muda Bandung harus dijadikan sebagai tempat untuk networking, membangun kreativitas, dan membentuk softskill. Kegiatan ini diakhiri dengan tanya jawab dan foto bersama melalui aplikasi google meet. (yog)

Bandung – Minggu, 12 April 2020 Perhumas Muda Bandung menyelenggarakan PR Club edisi ke 4 dengan tema Get Ready With Us For Your Future Career. Kegiatan ini diisi oleh Fadly Sumantri selaku Recruiter dan Profesional MC yang dipimpin oleh Zahra yang berperan sebagai moderator. PR Club #4 2020 merupakan program kerja tahunan oleh Departemen Kominfo. Sebanyak 77 partisipan mengikuti kegiatan ini yang berasal dari berbagai kampus di Indonesia. Namun, PR Club #4 dilaksanakan secara daring akibat virus corona yang sedang terjadi di tanah air kita.

Pembahasan PR Club kali ini lebih fokus kepada Personal Branding, entah personal branding untuk mencari pekerjaan ataupun interview. Mas Fadly pun menjelaskan materinya melalui power point. Ada beberapa materi yang dipaparkan, seperti personal branding BLS (Believe, Learn, dan Share). Beliau pun mengingatkan dalam mencari pekerjaan harus fokus dan konsisten.

Selain, itu mas fadly menjelaskan beberapa aplikasi atau website yang dapat digunakan untuk mencari pekerjaan, magang, atau freelance, seperti glints, jobstreet.com, impactfind, dan masih banyak lagi. Situs untuk membuat curiculum vitae atau cv tak luput dari penjelasan mas Fadly. Tak lupa mas Fadly menjelaskan untuk membuat cv yang baik agar mudah dilirik oleh HRD. Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab. Di akhir kegiatan mas Fadly memberikan quotes “Hidup itu jangan dipaksakan, tapi di maksimalkan.” – Fadly Sumantri. (yog)

Bandung – Perhumas Muda Bandung mengadakan “Sharing Internal Perhumas Muda Bandung : Perhumas Muda 101”, Selasa (7/4). Kegiatan ini diisi oleh Rizky C. Saragih (Ketua Bidang Pengembangan Perhumas Muda – BPP Perhumas) dan Reylando Eka Putra (Wakil Ketua Bidang Pengembangan Perhumas Muda – BPP Perhumas). Dalam kesempatan ini, google meet menjadi media yang digunakan untuk Sharing Internal Perhumas Muda. Kegiatan ini dikhususkan untuk pengurus dan anggota Perhumas Muda Bandung. Jumlah partisipan dalm kegiatan sharing internal sebanyak 36 partisipan.

Kemudian ada Mohammad Rizki Syahmadi (Anggota Bidang Pengembangan Perhumas Muda – BPP Perhumas) dan Yuni Miyansari selaku Pembina Perhumas Muda Bandung. Kegiatan sharing internal dipimpin oleh Shereina dan Ahmad Mubin yang berperan sebagai Moderator. Banyak hal yang dibahas dalam kegiatan ini, seperti sejarah Perhumas Muda, suka duka dalam organisasi Perhumas, dan tips dalam organisasi.

Para pemateri pun memberikan nasihat untuk para pengurus Perhumas Muda Bandung. “Jangan jadikan beban. Komunikasi diantara pengurus harus dikuatin dan harus berkomitmen. Tuangkan ide skreatif mungkin, buat skema gunung es. Dikumpulkan banyak ide, nanti dipilih. Bisa digunakan di sosmed atau di offline.” Ujar mas Rey.

Pembekalan yang diberikan tentu sangat berguna. Apalagi organisasi Perhumas, khusunya Perhumas Muda Bandung memiliki lingkup wilayah yang luas. Dalam artian, tidak hanya satu kampus tetapi berbagai kampus yang ada di Bandung Raya bahkan sampai Garut. “Pada saat ini bukannya waktu berkompetisi, tapi waktunya kita berkolaborasi. Harus aware hoax or fake news.” Kata mas Rizky.

Mereka pun mengingatkan untuk selalu produktif, walaupun saat ini Indonesia sedang di serang wabah Corona. “Saya suka menulis, seperti artikel. Bagi orang Perhumas Muda dan komunikasi itu sebuah kemampuan yang harus dimiliki.” Ucap mbak Yuni. Diakhir kegiatan mereka berpesan untuk semangat dan hidup dalam lingkungan positif. “Semangat terus, jangan pernah takut. Takutnya dengan Allah. Sering berinteraksi dengan BPC agar membuat pengaruh yang maksimal untuk Indonesia bicara yang lebih baik.” Ungkap mas Syahmada. (yog)

Pemateri sedang memaparkan materi Morning Coffee mengenai Manajemen Krisis. Sumber : Dokumen Pribadi.

Bandung – Perhumas Muda Bandung menyelenggarakan Morning Coffee yang berlokasi di Centropunto Trunojoyo No. 58 Bandung, Sabtu (20/2). Morning Coffee kali ini, mengangkat tema berupa “Crisis Management 101 : Handle Your Crisis Wisely”. Acara diisi oleh dua pembicara yaitu Corporate Communication PT Biofarma, Ibu Yuni Minyansari, M.Ikom., M.IPR dan dosen Program Studi Hubungan Masyarakat FIKOM Unpad, Bapak FX Ari Agung Prastowo, S.Sos., M.I.Kom.

Kegiatan ini dibuka oleh Farrel Fauzan selaku pembawa acara dan dilanjutkan sambutan dari Ketua Perhumas Muda Bandung, Muhammad Faqih. Setelah sambutan, acara kemudian diserahkan kepada moderator untuk memasuki sesi materi dengan para pembicara.

Sesi pertama dimulai oleh Bapak FX Ari yang membahas mengenai management crisis secara lebih teoritis. Menurut Bapak Ari, terdapat tujuh faktor yang dapat menimbulkan krisis, yaitu faktor alam atau natural, teknologi, konfrontasi, malevolence, deception, management serta business and economic. Pak Ari juga mengatakan bahwa krisis dimulai dari adanya isu, krisis terjadi disaat isu yang beredar tidak bisa dijangkau lagi. Untuk itu seorang praktisi humas harus dapat melakukan riset untuk bisa defining the problem dan menemukan ‘obat’ untuk permasalahan tersebut. Praktisi humas kemudian harus mengevaluasi strategi komunikasi yang dilakukan untuk menangani krisis, jangan sampai kejadian yang sama terulang kembali. “krisis bisa membuat nama perusahaan menjadi baik, bisa pula sebaliknya. Tergantung kita mengatasinya,” tuturnya.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Ibu Yuni Minyansari selaku Corporate Communication PT Biofarma yang membahas krisis yang pernah menerpa PT Biofarma, yaitu kasus vaksin palsu. Kasus tersebut sangat berpengaruh kepada PT Biofarma kala itu, karena menurunkan kepercayaan terhadap perusahaan dan terjadinya penurunan cakupan imunisasi PT Biofarma. Menurut Ibu Yuni, hal-hal yang perlu diperhatikan saat krisis terjadi adalah humas harus menganalisis peristiwa yang terjadi, memperhatikan perkembangan isu, berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan menunggu penyelidikan resmi.

Pemateri dan peserta melakukan foto bersama setelah acara selesai. Sumber : Dokumen Pribadi.

Setelah sesi materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator dan penyerahan piagam kepada para pembicara. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. (che)

Perhumas Muda Bandung melakukan foto bersama dengan BPC Bandung ketika menghadiri Konvensi Humas Nasional 2019. Sumber : Dokumen Pribadi

Yogyakarta – Perhumas Muda Bandung menghadiri Konvensi Nasional Humas 2019 yang diadakan di Yogyakarta pada tanggal 16-17 Desember 2019. Konvensi tahun ini mengusung tema Kearifan Lokal Solusi Global. Terdiri dari 6 sesi, konvensi ini menghadirkan 25 ahli dari bidangnya masing-masing.

Pada hari pertama acara dimulai dengan laporan Ketua Panitia Konvensi Nasional Humas 2019, Bapak Aswad Ishak S.I.P, M.Si. dan sambutan dari Ketua Umum BPP Perhumas Indonesia 2017-2020, Bapak Agung Laksamana, M.Sc., MCIPR. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemukulan kentongan dan pemotongan tumpeng sebagai bentuk di buka nya acara Konvensi Nasional Humas 2019 secara simbolis. Lalu dilanjutkan dengan Anugerah Humas 2019. Acara ini sebagai bentuk apresiasi kepada para Praktisi Humas di berbagai bidang. Selanjutnya pidato utama oleh Perwakilan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sultan Hamengkubuwono X yang membahas mengenai Menggali Kearifan Lokal Dalam Era Globalisasi dan dilanjutkan oleh Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik KOMINFO, Prof. Widodo Muktiyo mewakili Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Bapak Johnny G Plate yang membahas mengenai Peran Humas Dalam Mendukung SDM Unggul Indonesia Maju 2019-2024.

Sesi 1 dimulai dengan membahas mengenai Peta Jalan Humas Indonesia 2019-2024 yang disampaikan oleh Bapak Agung Laksamana, Ketua Umum BPP Perhumas. Beliau memulai sesi dengan membahas perbedaan PR dan advertising yaitu PR bertujuan untuk membuat orang lain membicarakan hal baik mengenai produk atau perusahaan kita. Sedangkan advertising, perusahaan kita yang menyebutkan bahwa produk kita bagus. Lalu pembahasan dilanjut dengan bagaimana PR saat ini dan apa yang harus dilakukan oleh PR di masa depan. Beliau juga menekankan bahwa saat ini menggaet engagement publik merupakan hal yang tidak mudah. Banyaknya hoax dan followers yang dapat dibeli dengan mudah berakibat pada banyaknya followers tidak menentukan seseorang sebagai seorang influencer. Kemudian sesi 1 dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Karopenmas Divhumas Polri, Raden Prabowo Argo Yuwono mewakili Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Muhammad Iqbal, Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Prof. Widodo Muktiyo, Ketua Umum ASPIKOM, Dr. Muhammad Sulhan, dan Ketua Forum Humas BUMN, Corporate Secretary Bank Mandiri, Bapak Rohan Nafas.

Setelah istirahat, sesi 2 pun dilanjutkan. Membahas topik Implementasi Kearifan Lokal Mendukung Humas Pemerintah, Konvensi Nasional Humas 2019 mengundang beberapa pemateri diantaranya, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Bapak Onny Widjanarko, Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I, Ibu Devy Suradji, dan VP Corporate Communication Telkom Indonesia, Bapak Arif Wibowo sebagai pemateri. Selesai pemaparan materi dari tiga pembicara sebelumnya, terdapat sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator.

Kemudian sesi ke 3 dilanjutkan dengan membahas PR & Sustainability Business through Local Wisdom Understanding. Materi ini disampaikan oleh Communication Director Danone Indonesia, Bapak Arif Mujahidin lalu dilanjutkan oleh Head of Internal Relations Astra International, Bapak Karnandha Kurniadhi. Kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab bersama moderato dan para pembicara pada sesi 3.

Dan di sesi terakhir pada hari pertama membahas mengenai Perspektif Kearifan Lokal dan Inovasi Media: Peran dan Tanggung Jawab Media Dalam Membangun Kearifan Lokal. Yang materi nya disampaikan oleh Pemimpin Redaksi The Jakarta Post, Bapak Nezar Patria, Sekjen Forum PEMRED, Bapak Arifin Asydhad, Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Bapak Wensesiaus Manggut, serta Ketua Komisi Antar Lembaga dan Luar Negeri – Dewan Pers, Dr. Agus Sudibyo. Lalu acara ditutup dengan sesi tanya jawab dengan para pemateri pada Sesi 4.

Pada hari ke 2 sesi dimulai dengan topik Keunggulan Lokal & Solusi Keunggulan Global oleh Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Panut Mulyono, Penari, Koreografer, dan Dosen, Dr. Eko Supriyanto, S.Sn., MFA, serta Creative Director IKAT Indonesia, Bapak Didiet Maulana. Di sesi ini banyak hal yang dapat di ambil. Menurut Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Panut Mulyono, kemajuan bangsa membutuhkan SDM unggul dengan cara pendidikan yang baik. Karena pendidikan merupaka. senjata paling ampuh untuk melawan dunia.

Kemudian sesi terakhir membahas mengenai bagaimana PR bertransformasi di era digital, AI & big data. Sesi ini dibuka oleh Director Communication & Alumni Relations SBM ITB sekaligus Ketua PERHUMAS Bandung saat ini, Dr. Nurlaela Arief. Beliau membahas mengenai bagaimana big data saat ini untuk kegiatan PR. Beliau juga menuturkan saat sebuah cerita relevan, orang akan mendengarkan. Saat konten relevan, orang akan membagikannya kembali. Dan saat sebuah isu relevan, orang akan bergerak. Setelah itu materi dilanjutkan oleh Chief Corporate Affairs GoJek, Ibu Nila Marita. Beliau membahas mengenai PR yang bertransformasi saat ini dan beberapa kunci yang bisa dipegang agar terus mengikuti zaman. Yaitu speed, bahwa seorang PR hars memiliki kecepatan yang konsisten, agility, bahwa bagaimana seorang PR harus tetap menjalankan program yang sudah ada dan beradaptasi dengan isu-isu terbaru, serta komunikasi yang berintegrasi. Lalu sesi terakhir ini ditutup dengan materi dari CEO DJE Holding Indonesia, Bapak Radityo Prabowo. Beliau berpesan bahwa ‘Context is a king. Content is a queenn. Creative is a princess’. Dan sesi terakhir pun ditutup dengan sesi tanya jawab bersamaa moderator serta upacara penutup Konvensi Nasional Humas 2019. (zah)

Foto bersama setelah melakukan rapat terakhir di tahun 2019 bersama Mbak Yuni pembina Perhumas Muda Bandung. Sumber : Dokumentasi Pribadi.

Bandung – Perhumas Muda Bandung mengadakan rapat terakhir di tahun 2019 pada Jumat (06/12/19) di Eatboss Dago. Rapat ini membahas tentang Konvensi Nasional Humas, pemaparan evaluasi kerja, program kerja yang sudah dilakukan dan yang akan dilakukan mendatang serta wacana open recruitment yang dicanangkan akan dilakukan setiap enam bulan sekali. Selain itu, rapat ini dihadiri oleh Mbak Yuni Miyansari selaku Pembina Perhumas Muda Bandung sekaligus Corporate communication PT. Biofarma yang membagikan cerita pengalamannya di Bidang Kehumasan.

Rapat dimulai dengan membahas agenda terdekat yaitu Konvensi Nasional Humas yang akan diselenggarakan di Kota Yogyakarta pada tanggal 16 – 17 Desember 2019. Di rapat ini membahas lebih detail mengenai rencana perjalanan serta kegiatan selama di Yogyakarta. Kemudian pembahasan dilanjutkan dengan pemaparan evaluasi kerja. Pada sesi ini masing-masing departemen dapat saling mengevaluasi departemen lainnya. Sesi ini diperlukan agar masing-masing departemen dapat memberikan saran untuk program kerja  departemen lain agar dapat terlaksana dengan lebih baik lagi.

Lalu rapat dilanjutkan dengan pemaparan program kerja yang sudah dilakukan dan yang akan dilakukan mendatang kepada Mbak Yuni selaku Pembina Perhumas Muda Bandung. Selain itu mendiskusikan dan merencanakan program yang akan mendatang secara lebih lanjut bersama anggota dan staff yang hadir dan yang terakhir membahas mengenai wacana open recruitment yang dicanangkan akan dilakukan setiap enam bulan sekali. Wacana ini dibuat untuk memberi kesempatan pada humas muda yang lain untuk mendapatkan ilmu dalam bidang kehumasan di Perhumas Muda Bandung. (zah)

Perhumas Muda Bandung melakukan foto bersama dengan Bapak Eki Baihaki selaku perwakilan BPC Bandung. Sumber : Dokumen Pribadi.

Lembang – Perhumas Muda Bandung telah mengadakan Kegiatan Makrab untuk pengurus, staff, dan anggota periode 2019 – 2021 pada 23-24 November lalu di Villa Istana Bunga Lembang. Malam keakraban ini diikuti oleh 27 orang yang bertujuan untuk mempererat kekeluargaan, mengenal lebih dalam lagi satu sama lain, dan menjalin silaturahmi. Tentu saja hal ini menjadi momentum untuk saling bercengkrama antar anggota Perhumas Muda Bandung.

Acara makrab ini diawali dengan pembukaan oleh MC dan sambutan oleh M Faqih selaku Ketua Perhumas Muda Bandung 2019 – 2021 yang sekaligus membuka acara makrab ini. Kegiatan pun dilanjutkan dengan agenda sharing session oleh Perwakilan BPC Bandung dan Kang Rianto selaku Ketua Perhumas Muda Bandung Periode 2017 – 2019.

Di sharing session ini, perwakilan BPC yaitu Bapak Eki Baihaki berpesan mengenai keprofesian public relations dalam dunia kerja. “Tugas seorang PR ialah membuat pihak yang kecewa menjadi merasa lebih baik. Hal itu harus ditunjang dengan memiliki good smile yang tulus dari hati agar sampai ke hati yang menerimanya pula.” Tuturnya.  

Tidak jauh berbeda dengan pesan yang disampaikan Pak Eki mengenai keprofesian public relations, Kang Rianto berpesan bahwa sebagai pengurus, staff, maupun anggota Perhumas Muda Bandung harus berkomitmen serta manfaatkan komitmennya dengan mendalami peran dan fungsi peran public relations, karena pada praktiknya saat dunia kerja nanti banyak yang belum sesuai dengan peran dan fungsi public relations. Sharing session pun di akhiri dengan melakukan foto bersama.

Keesokan paginya kegiatan dilanjutkan dengan agenda senam pagi dan games untuk lebih menunjang kekompakan sesame pengurus dan anggota. Antusiasme peserta membuat agenda ini berlangsung seru. Namun akhirnya kegiatan pun harus ditutup dengan pembagian kemeja Perhumas dan foto bersama. (zah)

 

Para Narasumber sedang memberikan pemaparan pada Leader’s Forum 2019. Sumber : Dokumen Pribadi.

Bandung –  Ketua BPC Perhumas Bandung, N. Nurlaela Arief membuka acara “Leader’s Forum #2” yang digelar pada Rabu (20/10/2019) di Auditorium Balai Kota Bandung. “Leader’s Forum #2” merupakan forum diskusi interaktif mengangkat tema Enhancing City Branding Through Sustainability Program yang mengupas tren kontemporer terkait konsep city branding serta pembangunan berkelanjutan yang menjadi tren global di masa depan.

Acara yang diselenggarakan oleh BPC Perhumas Bandung dan Perhumas Muda Bandung pada tahun ini, Leader’s forum mengundang empat pembicara dari berbagai profesi seperti Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Kelly Solihin sebagai perwakilan dari pemerintahan Kota Bandung yang membahas mengenai program Kang Pisman. Tauhid  Nur Azhar dari Smart City Forum membahas mengenai Smart People for Smart Environment,. Kemudian Founder Teras Hijau Project yaitu Melia Famiola, Ph.D yang membahas mengenai A Journey Towards Sustainable City of Bandung. Selanjutnya, Listriana Suherman yang merupakan Founder Bandung Permaculture dan membahas mengenai Permaculture, Circular Economy, Green Business, Sustainability. Selain forum diskusi, acara ini juga turut dimeriahkan oleh penampilan tari tradisional Jawa Barat dari salah satu angggota Perhumas Muda Bandung yaitu Salsa Pramundita.

Setiap tahunnya Leader’s forum dihadiri oleh dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, praktisi-praktisi humas dari berbagai bidang, dan media-media lokal yang turut meliput kegiatan acara ini. Diselenggarakannya acara ini bertujuan agar para prakitisi-praktisi humas dan orang-orang yang memiliki ketertarikan pada dunia kehumasan mengetahui cara membangun citra dan branding mengenai inovasi untuk menjadikan Bandung sebagai Smart City. (alh)