Recent news

BEGIN YOUR JOURNEY WITH US

Bandung – Minggu, 12 April 2020 Perhumas Muda Bandung menyelenggarakan PR Club edisi ke 4 dengan tema Get Ready With Us For Your Future Career. Kegiatan ini diisi oleh Fadly Sumantri selaku Recruiter dan Profesional MC yang dipimpin oleh Zahra yang berperan sebagai moderator. PR Club #4 2020 merupakan program kerja tahunan oleh Departemen Kominfo. Sebanyak 77 partisipan mengikuti kegiatan ini yang berasal dari berbagai kampus di Indonesia. Namun, PR Club #4 dilaksanakan secara daring akibat virus corona yang sedang terjadi di tanah air kita.

Pembahasan PR Club kali ini lebih fokus kepada Personal Branding, entah personal branding untuk mencari pekerjaan ataupun interview. Mas Fadly pun menjelaskan materinya melalui power point. Ada beberapa materi yang dipaparkan, seperti personal branding BLS (Believe, Learn, dan Share). Beliau pun mengingatkan dalam mencari pekerjaan harus fokus dan konsisten.

Selain, itu mas fadly menjelaskan beberapa aplikasi atau website yang dapat digunakan untuk mencari pekerjaan, magang, atau freelance, seperti glints, jobstreet.com, impactfind, dan masih banyak lagi. Situs untuk membuat curiculum vitae atau cv tak luput dari penjelasan mas Fadly. Tak lupa mas Fadly menjelaskan untuk membuat cv yang baik agar mudah dilirik oleh HRD. Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab. Di akhir kegiatan mas Fadly memberikan quotes “Hidup itu jangan dipaksakan, tapi di maksimalkan.” – Fadly Sumantri. (yog)

Bandung – Perhumas Muda Bandung mengadakan “Sharing Internal Perhumas Muda Bandung : Perhumas Muda 101”, Selasa (7/4). Kegiatan ini diisi oleh Rizky C. Saragih (Ketua Bidang Pengembangan Perhumas Muda – BPP Perhumas) dan Reylando Eka Putra (Wakil Ketua Bidang Pengembangan Perhumas Muda – BPP Perhumas). Dalam kesempatan ini, google meet menjadi media yang digunakan untuk Sharing Internal Perhumas Muda. Kegiatan ini dikhususkan untuk pengurus dan anggota Perhumas Muda Bandung. Jumlah partisipan dalm kegiatan sharing internal sebanyak 36 partisipan.

Kemudian ada Mohammad Rizki Syahmadi (Anggota Bidang Pengembangan Perhumas Muda – BPP Perhumas) dan Yuni Miyansari selaku Pembina Perhumas Muda Bandung. Kegiatan sharing internal dipimpin oleh Shereina dan Ahmad Mubin yang berperan sebagai Moderator. Banyak hal yang dibahas dalam kegiatan ini, seperti sejarah Perhumas Muda, suka duka dalam organisasi Perhumas, dan tips dalam organisasi.

Para pemateri pun memberikan nasihat untuk para pengurus Perhumas Muda Bandung. “Jangan jadikan beban. Komunikasi diantara pengurus harus dikuatin dan harus berkomitmen. Tuangkan ide skreatif mungkin, buat skema gunung es. Dikumpulkan banyak ide, nanti dipilih. Bisa digunakan di sosmed atau di offline.” Ujar mas Rey.

Pembekalan yang diberikan tentu sangat berguna. Apalagi organisasi Perhumas, khusunya Perhumas Muda Bandung memiliki lingkup wilayah yang luas. Dalam artian, tidak hanya satu kampus tetapi berbagai kampus yang ada di Bandung Raya bahkan sampai Garut. “Pada saat ini bukannya waktu berkompetisi, tapi waktunya kita berkolaborasi. Harus aware hoax or fake news.” Kata mas Rizky.

Mereka pun mengingatkan untuk selalu produktif, walaupun saat ini Indonesia sedang di serang wabah Corona. “Saya suka menulis, seperti artikel. Bagi orang Perhumas Muda dan komunikasi itu sebuah kemampuan yang harus dimiliki.” Ucap mbak Yuni. Diakhir kegiatan mereka berpesan untuk semangat dan hidup dalam lingkungan positif. “Semangat terus, jangan pernah takut. Takutnya dengan Allah. Sering berinteraksi dengan BPC agar membuat pengaruh yang maksimal untuk Indonesia bicara yang lebih baik.” Ungkap mas Syahmada. (yog)

Pemateri sedang memaparkan materi Morning Coffee mengenai Manajemen Krisis. Sumber : Dokumen Pribadi.

Bandung – Perhumas Muda Bandung menyelenggarakan Morning Coffee yang berlokasi di Centropunto Trunojoyo No. 58 Bandung, Sabtu (20/2). Morning Coffee kali ini, mengangkat tema berupa “Crisis Management 101 : Handle Your Crisis Wisely”. Acara diisi oleh dua pembicara yaitu Corporate Communication PT Biofarma, Ibu Yuni Minyansari, M.Ikom., M.IPR dan dosen Program Studi Hubungan Masyarakat FIKOM Unpad, Bapak FX Ari Agung Prastowo, S.Sos., M.I.Kom.

Kegiatan ini dibuka oleh Farrel Fauzan selaku pembawa acara dan dilanjutkan sambutan dari Ketua Perhumas Muda Bandung, Muhammad Faqih. Setelah sambutan, acara kemudian diserahkan kepada moderator untuk memasuki sesi materi dengan para pembicara.

Sesi pertama dimulai oleh Bapak FX Ari yang membahas mengenai management crisis secara lebih teoritis. Menurut Bapak Ari, terdapat tujuh faktor yang dapat menimbulkan krisis, yaitu faktor alam atau natural, teknologi, konfrontasi, malevolence, deception, management serta business and economic. Pak Ari juga mengatakan bahwa krisis dimulai dari adanya isu, krisis terjadi disaat isu yang beredar tidak bisa dijangkau lagi. Untuk itu seorang praktisi humas harus dapat melakukan riset untuk bisa defining the problem dan menemukan ‘obat’ untuk permasalahan tersebut. Praktisi humas kemudian harus mengevaluasi strategi komunikasi yang dilakukan untuk menangani krisis, jangan sampai kejadian yang sama terulang kembali. “krisis bisa membuat nama perusahaan menjadi baik, bisa pula sebaliknya. Tergantung kita mengatasinya,” tuturnya.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Ibu Yuni Minyansari selaku Corporate Communication PT Biofarma yang membahas krisis yang pernah menerpa PT Biofarma, yaitu kasus vaksin palsu. Kasus tersebut sangat berpengaruh kepada PT Biofarma kala itu, karena menurunkan kepercayaan terhadap perusahaan dan terjadinya penurunan cakupan imunisasi PT Biofarma. Menurut Ibu Yuni, hal-hal yang perlu diperhatikan saat krisis terjadi adalah humas harus menganalisis peristiwa yang terjadi, memperhatikan perkembangan isu, berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan menunggu penyelidikan resmi.

Pemateri dan peserta melakukan foto bersama setelah acara selesai. Sumber : Dokumen Pribadi.

Setelah sesi materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator dan penyerahan piagam kepada para pembicara. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. (che)