Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest

Rilis

  • Perhumas Muda Bandung dan Malang Tetap Terkoneksi dimasa Pandemi

    (Bekasi, Indonesia) – Pada Minggu, 18 Oktober 2020, telah sukses dilaksanakan Study Visit Perhumas Muda Malang yang mengundang Perhumas Muda Bandung. Acara ini diadakan pukul 14.00 WIB secara daring via Zoom yang dihadiri kurang lebih 50 partisipan gabungan Perhumas Muda Malang dan Perhumas Muda Bandung. Study visit merupakan program kerja Perhumas Muda Malang yang berupa kunjungan kerja yang bertujuan untuk bersilaturahmi, berbagi ilmu, pengalaman, dan informasi seputar kinerja masing-masing organisasi. Kemudian harapannya ialah dapat menambah wawasan ataupun referensi untuk terus berinovasi serta menjalin hubungan baik antar organisasi.

    Acara ini dibuka dengan hangat oleh MC, Lucita dari Perhumas Muda Malang yang kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan oleh ketua Perhumas Muda Bandung, Shereina Sarah Ayumi.  Lalu dilanjut dengan perkenalan singkat staff Perhumas Muda Malang dan Perhumas Muda Bandung melalui platform Secreto, yang mana sebelumnya masing-masing staff dihimbau untuk menuliskan secara kreatif perkenalan tentang teman staff seorganisasinya. Kemudian ada kata sambutan oleh Perhumas Muda Malang, Zul Fahmi yang menandakan sesi perkenalan organisasi dimulai.

    Sesi pengenalan organisasi dimulai oleh Perhumas Muda Malang yang dibawakan oleh Zul Fahmi selaku Ketua. Adapun beberapa hal yang disampaikan ialah profil organisasi, divisi-divisi, tujuan dibentuk, keanggotaan organisasi, serta review singkat tentang berbagai program kerja. Kemudian giliran Perhumas Muda Bandung yang menyampaikan pengenalan organisasi. Sesi ini dibuka oleh anggota eksternal yang kemudian dilanjutkan Shereina selaku ketua dan materi yang dibawakan antara lain perkenalan kabinet serta filosofinya, visi misi, perkenalan struktural staff dan anggota, kemudian perkenalan singkat departemen serta fungsi dan program kerjanya oleh masing-masing ketua departemen.

    Setelah itu diadakan 30 menit sesi Forum Group Discussion yang mana sesi ini terpisah dan diikuti oleh tiap departemen serupa dari kedua organisasi. Dalam FGD dimulai perkenalan secara intim tiap anggota departemen, kemudian membahas fungsi dan program kerja tiap departemen secara terperinci dan yang tidak kalah penting ialah adanya diskusi dan sharing mengenai program kerja mulai dari hal teknis sampai berbagi inovasi. Begitu selesai, tiap staff kembali ke ruang pertemuan utama dan dimulai percakapan ringan dan Games yang menarik. Games berhadiah ini diadakan melalui Kahoot dan berisi pertanyaan umum yang ringan dan seru, dan begitu selesai langsung terpilih 1 pemenang yaitu Thobie sebagai yang beruntung mendapatkan hadiah. Games telah berakhir, dilanjutkan sesi foto virtual dan kata penutup dari MC, hal ini menandakan acara sudah berakhir. (cas)

  • Penerapan Model Bisnis Syariah di Era Digital

    Telah dilaksanakan webinar “Penerapan Model Bisnis Syariah di Era Digital” oleh Perhumas Muda Bandung x Bank Indonesia.Aacara ini diselenggarakan pada Senin, 28 September 2020 pukul 14.00 – 15.30 WIB melalui platform Zoom Meeting dan dihadiri oleh 220 peserta dari berbagai instansi di Indonesia.

    Acara ini dibuka oleh Shereina Sarah A selaku moderator dalam acara ini.Setelah membuuka acara dengan penyambutan dan perkenalan langsung pada pembicara 1 yaitu Pak Gentur Wibisono selaku KP Pengembangan Ekonomi Deputi Direktur KPw BI Jawa Barat.Di waktu yang ckup singkat yang disediakan Bapak Gentur menjelaskan tentang dalam bisnis syariah ataupun tidak itu semua pilihan.Dijelasin juga alasan adanya ekonomi syariah bahwa selain menjadi pilihan,pilihan tersebut tidak ada batasan dalam menggunakan ekonomi syariah tetapi ada syarat-syarat apabila memakai ekonomi syariah.Dipaparkan juga bagaimana bisnis itu bisa berjalan,strategi pengembangan ekonomi dan keuangan dengan penjelasan yang sangat detail dengan diibaratkan contoh menyembelih hewan,dan bagaimana kaitannya antar 3 pilar yaitu halal value chain,pembiyaan ekonomi syariah,dan peningkatan literasi ekonomi syariah.

    Opportunity pembiyaan atau penempatan didalam ekonomi syariah itu sangat besar.Ketika dalam keadaan Covid-19 seperti ini ada kesempatan di peradaban baru digital ini contohnya dengan adanya webinar,zoom,dan lain sebagainya.

    Ligwina memaparkan materi. Sumber: dokumen pribadi.

    Setelah itu dilanjut ke Pembicara 2 oleh Ibu Ligwina Hananto (Lead Financial Trainer QM Financial) beliau menjelaskan mengenai bisnis model syariah itu seperti apa,beliau memaparkan ada 3 hal idalam bisnis yang sesuai dengan syariah yaitu ada produk yang harus dengan prinsip syariah,lalu kedua ada akad yaitu perjanjian atau kesepakatan juga dislide nya beliau menjelaskan dengan jelas bagaimana contoh implementasinya di kehidupan sehari-hari,dan yang ketiga ada pembiyaan/permodalan.Ibu Ligwina juga memaparkan mengenai strategi mendapatkan omset dengan 8 strategi beserta contohnya juga beliau paparkan.

    Diakhir pembicaraan beliau memberi sebuah kalimat yang sangat bermanfaat untuk kaum milenial khusunya. “ Dont rely on,Oe Revenue Modele “ bagaimana kita harus mengubah cara berpikir dan mengubah model dalam kita berbisnis.

    Pembicara 3 dilanjut oleh Ibu Ida Pratita (District Manager Bandung LinkAja)

    Dalam penjelasannya mengenai Digitalisasi Pembayaran dalam Syariah.Di dalam pemaparannya beliau sangat detail menjelaskan mengenai aplikasi Link Aja syariah itu seperti apa,apa saja perbedaannya dengan aplikasi uang elektronik lainnya.Ada 3 perbedaan yang dijelaskan oleh Ibu Ida yaitu pertama merchant halal,produknya yang ditawarkan dan fitur sesuai dengan prinsip syariah,penempatan dana dan Link Aja Syariah ini Bank Penampungnnya pada Unit Usaha Syariah Bank Umum.Karena dikeadaan seperti ini digitalisasi payment sangat berguna sekali untuk masyarakat,BI sendiri mendorong transaksi non tunai terutama bersifat Contractless yang lebih cepat,mudah,murah,aman,handal.

    Tujuan dari Link Aja Syariah ini untuk mendorong inklusi keuangan dan ekonomi untuk mewujudkan kualitas hidup masyarakat Indonesia yang maju dan sejahtera melalui ekonomi yang mandiri.

    Link Aja berkomitmen untuk mendukung pemerintah dan membantu inklusi Indonesia.

    Kesimpulan dari Ibu Ida di akhir pembicaraannya mengenai digitalisasi ini adalah kita sebagai masyarakat milenial khususnya harus melek akan tekhnologi,memperbanyak literasi mengenai keuangan digital terutama UMKM agar bisa bersaing karena semakin berkembangnya jaman juga semuanya serba digital jadi jangan sampai ketinggalan.

    Di sesi sebelum penutup ada sesi tanya jawab,dan ada tiga penanya. Penanya pertama membahas tentang bagaimana imbas hasil bisnis Syariah lebih kecil dari bisnis konvensional, dan apa yang menyebabkan market share bisnis Syariah kalah dibandingkan konvensional. Kemudian pertanyaan kedua bertanya tentang seberapa penting penerapan Bisnis Model Canva (BMC) untuk memulai bisnis dan juga BMC seperti apa yang sesuai diterapkan saat pandemi Covid-19 ini. Lalu yang terakhir adalah perbedaan antara link aja konvensional maupun Syariah, apakah terdapat fitur-fitur menarik seperti promo dan diskon yang mampu menarik minat masyarakat luas.

    Berdasarkan jawaban dari narasumber bahwasanya bisnis Syariah ditengah pandemi dapat menjadi sebuah peluang yang tentunya memiliki efek samping kedepannya dikarenakan saat pandemi ini yang perlu ditambah stimulusnya adalah konsumsi rumah tangga agar resesi tidak semakin parah. Lalu untuk penerapan bisnis model canva sebenarnya saat ini cukup efektif untuk memperkirakan strategi ekonomi beberapa waktu kedepan sehingga persediaan untuk beberapa waktu kedepan dapat diprediksi dikarenakan tidak ada kepastian kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir.

    Sebagai penutup, salah satu narasumber Gentur Wibisino mengapresiasi acara yang diselenggarakan oleh perhumas muda bandung. Hal tersebut dikarenakan saat ini masyarakat khususnya millennials sangat membutuhkan edukasi tentang prospek ekonomi karena mereka ingin agar mereka bisa hidup senang dan terjamin kesejahteraan hidupnya. Kedepannya Gentur berharap agar perhumas muda bandung tetap menyelenggarakan acara dengan tema yang menarik bahkan spektakuler yang bisa mengedukasi walaupun dengan virtual karena dengan cara ini pemerintah melalui institusinya juga bisa memberikan edukasi dan juga mengajak masyarakat untuk ikut berkontribusi kepada pembangunan Indonesia.

  • CREATE WITHOUT HESITATE

    Bekasi, Indonesia – Telah dilaksanakan webinar “How to be Creative and Innovative During Pandemic” oleh Perhumas Muda Bandung bekerja sama dengan NutriHub. Acara diselenggarakan pada Selasa, 22 September 2020 pukul 16.15-17.30 WIB melalui platform Zoom Meeting dan dihadiri 138 partisipan dari berbagai macam institusi. Pada webinar ini menghadirkan Made Budi Ramdani Kusuma, Customer Development Manager Nutrifood Area Jabar-Banten, dan Vanjou Hannes, Public Speaking Trainer – Anggota BPC Perhumas Bandung – Radio Announcer K-Lite FM, sebagai pembicara.

    Acara ini dibuka oleh Zahra Zhafira Salsabil selaku Host dan Moderator kemudian dilanjutkan pembukaan oleh Ketua Perhumas Muda Bandung, Shereina Sarah A. Pada sharing session, Mas Made menjelaskan bagaimana perushaannya survive untuk berkarya dan berinovasi selama pandemi Covid-19, lalu dibagikan cerita seputar hambatan dan tantangan yang dihadapi. Tak lupa beliau membagikan solusi serta motivasi kepada partisipan untuk tetap produktif dan inovatif dalam menjalani hari, terlebih di era yang sudah canggih ini. Hadirnya teknologi dalam keseharian justru sangat membantu untuk berkarya dan tetap terkoneksi kepada hal-hal diluar yang dapat menginspirasi kita.

    Kemudian Mas Vanjou mempertajam pembahasan melalui sudut pandang seorang praktisi komunikasi. Beliau menjelaskan sangatlah penting bagi sebuah institusi untuk menjaga komunikasi, inovasi, dan kreativitas terlebih di masa pandemi. Ada 3 poin penting yang disampaikan untuk menjaga ketiga hal tersebut, pertama ialah jangan lelah untuk sharing & menambah ilmu serta mempererat kerjasama tim, kedua yaitu perkuat konten digital marketing untuk branding good image serta produk dan sarana informasi, dan ketiga ialah tingkatkan softskill untuk mengoperasikan teknologi/perangkat online. Disampaikan pula bahwa PR harus berhasil menyampaikan empati kepada costumer meskipun sekarang pergerakan terbatas namun dengan hadirnya teknologi, kita mampu merangkul yang jauh serta menghemat waktu karena dapat membagikan konten/informasi dalam satu waktu.

    Made memaparkan materi. Sumber: dokumen pribadi.

    Setelah itu masuk ke sesi tanya jawab yang kemudian ditutup oleh kutipan Mas Made “Hidup hanya sekali! Jangan takut gagal untuk berkarya karena tidak ada alasan untuk tidak berkarya meski disaat pandemi! Bila kita memiliki niat melakukan hal-hal baik, pasti hasil yang baik juga akan datang ke kita!”.

    Pada akhir acara diumumkan 3 pemenang beruntung yang mendapatkan goodie bag dari NutriHub kemudian dilanjutkan ke sesi foto bersama. Lalu sebelum acara ditutup, Ketua Perhumas Muda Bandung menyampaikan statement penutup, penyampaian berita belasungkawa atas berpulangnya M. Shobar Arief rekan dari Perhumas Muda Malang, dan ditutup ucapan terima kasih kepada partisipan yang telah mengikuti acara serta harapan semoga dapat bertemu di lain kesempatan. (cas)

Subscribe to our Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Share this post with your friends

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin